Boeing 777 di seluruh dunia diminta dilarang terbang setelah insiden instrumen rusak di Denver, Garuda: ‘Kita aman’

22 Februari 2021, 17: 38 WIB

Diperbarui sejam yang lalu

Perusahaan pesawat terbang Amerika Konsorsium Boeing menyarankan penghentian pemakaian (grounding) pesawat model 777 di seluruh dunia, setelah salah satu motor model ini mengalami kerusakan pesawat di Denver.

Terdata tersedia 82 pesawat model 777 itu, yang digunakan oleh perusahaan penerbangan di AS, Jepang, dan Korea Selatan.

Maskapai Garuda Indonesia juga mengoperasionalkan Boeing 777, namun berbeda dengan yang mengalami kerusakan mesin dalam Denver.

Direktur utama Garuda, Irfan Setiaputra, melalui keterangan kepada BBC News Indonesia mengatakan, “Yang kita memiliki [model] 777-300ER tidak 777-200 [seperti yang mengalami insiden di Denver]. ”

Engine (mesin) kita dari GE bukan dari Pratt & Whitney. Insya Allah aman, ” kata Irfan.

Ia menjelaskan 10 pesawat B777-300ER yang dioperasikan Garuda “telah menutup kriteria layak terbang” berdasarkan keyakinan aircraft maintenance petunjuk di bawah penjagaan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Motor Udara (DKPPU).

Pesawat yang mengalami kebobrokan di Denver hari Sabtu (20/02) mengangkut 231 orang penumpang.

Kerusakan mesin membuat pesawat terpaksa kembali ke bandar hawa Denver. Tidak ada yang menjalani cedera dalam insiden ini.

Temuan awal menunjukkan ada kerusakan fan blade engine pada pesawat Boeing tersebut.

Irfan mengatakan tipe B777-200, yang merasai kerusakan mesin di Denver, bertentangan dengan jenis armada B777 series yang Garuda Indonesia operasikan saat ini, yakni tipe B777-300ER.

“Pada dasarnya memiliki spesifikasi engine yang berbeda, pada mana pesawat B777-300 ER dengan saat ini dioperasikan Garuda Nusantara menggunakan engine tipe GE90-115B rekaan pabrikan General Electric, ” sebutan Irfan.

Maskapai United Airlines dan dua perusahaan penerbangan Jepang sudah menyatakan menghentikan operasional 62 pesawat arketipe 777 mereka.

Korean Air mengatakan itu akan melakukan grounding terhadap enam motor.

‘Semuanya harus dilarang terbang’

Boeing mengatakan secara keseluruhan terdapat 182 pesawat yang menggunakan mesin seperti yang menikmati kerusakan mesin di Denver & semuanya harus dilarang terbang.

Pesawat yang bermasalah di Denver menggunakan mesin buatan Pratt & Whitney.

“Selagi pendalaman dilakukan, kami merekomendasikan untuk menahan secara sementara operasional 69 udara yang saat ini dioperasikan & 59 pesawat yang berada di hanggar dari model 777 yang memakai mesin Pratt & Whitney 4000-112, ” kata pernyataan dengan dikeluarkan Boeing.

Pratt & Whitney mengatakan mereka sudah mengirim tim untuk bekerja sama dengan para-para penyelidik.

Menurut badan penerbangan federal FAA, United Airlines adalah satu-satunya kongsi di Amerika yang mengoperasikan arketipe 777. Di luar AS, langgam ini dipakai oleh maskapai pada Jepang dan Korea Selatan.

Di besar negara ini, semua pesawat Boeing 777 dengan mesin Pratt & Whitney dilarang memasuki wilayah hawa mereka hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Larangan itu mencakup terlepas landas, pendaratan dan penerbangan.

Pemerintah Jepang memerintahkan maskapai JAL dan ANA menghentikan pemakaian semua pesawat Boeing 777 yang menggunakan mesin Pratt & Whitney model 4000.

Desember lalu, penerbangan JAL terpaksa kembali ke bandar hawa Naha karena malfungsi pada mesin kiri. Usia pesawat ini sebanding dengan yang mengalami gangguan pada Denver, yaitu 26 tahun.

Udara yang mengalami gangguan mesin dalam Sabtu (20/02) adalah pesawat United Airlines nomor penerbangan 328 dengan mestinya membawa penumpang ke Honolulu.

FAA mengatakan pesawat ini mengalami kegagalan pada mesin kanan. Puing-puing lantaran pesawat jatuh berserakan di satu kawasan permukiman di Denver.

FAA lalu memerintahkan inspeksi lebih lanjut semua jet Boeing 777 secara mesin Pratt & Whitney 4000 setelah insiden itu.

Temuan awal Awak Keselamatan Transportasi Nasional Amerika (NTSB) menyebutkan kerusakan paling serius terjadi di mesin kanan. Bodi sari pesawat juga mengalami kerusakan ringan, kata NTSB.

Pada 2018, mesin kanan pesawat United Airlines rusak cuma beberapa saat sebelum mendarat dalam Honolulu.