Djoko Tjandra: Buronan 11 tahun peristiwa Bank Bali ditangkap di Malaysia dalam rencana yang disusun semenjak 20 Juli

Buronan kasus benar tagih Bank Bali Djoko Tjandra, yang selama ini dilaporkan kecil di Malaysia, tengah diterbangkan sebab negara itu dan dibawa ke Indonesia, menurut kepolisian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan di Halim Perdana Kusuma – bandara tempat pesawat yang mengangkut Djoko tiba – bahwa penangkapan ini merupakan komitment kepolisian.

“Memang ya, dari kemarin sesuai dengan komitmen menangkap pak Djoko Tjandra, malam ini kita buktikan… Telah dijemput Kabareskrim di Malaysia dan saat ini sedang dalam penjelajahan. Pada prinsipnya komitmen kita seluruh menangkap Djoko Tjandra dan suangi ini kita buktikan. Yang menyelenggarakan Kabareskrim, ” kata Argo.

Ia memasukkan penangkapan itu dilakukan langsung sebab kepolisian Indonesia tanpa kerjasama secara kepolisian Malaysia.

Djoko yang dijerat kejadian cessie Bank Bali, semenstinya berharta di sel sejak 2009, secara hukuman dua tahun penjara serta denda Rp15 juta. Namun dia melarikan diri ke luar negeri.

Senin (27/07), polisi menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo, eks pejabat Bareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra, dengan ancaman hukuman suntuk enam tahun penjara.

Selain penetapan tersangka ini, Polri juga tengah meneropong aliran dana suap yang diperkirakan diterima sejumlah orang dalam pembuatan surat palsu bagi perjalanan Djoko Tjandra.

Brigjen Prasetijo yang diduga berperan dalam pemberian surat jalan & berada dalam satu pesawat dengan Djoko ke Pontianak tanggal 16 Juni lalu, disebut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Awi Setiyono, dalam kondisi sakit dengan tekanan darah naik dalam sidang lanjutan Senin (20/07) lalu.

Polisi menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking sebagai tersangka pada Kamis (30/07).

Dalam pernyataan persnya dalam Mabes Polri,   Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, “Penyidik sudah memeriksa sekitar 23 saksi, 3 di antaranya di Pontianak dan lainnya di Jakarta. Kita juga ada bahan bukti yang diamankan berupa tulisan jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid, da atas nama JST dan ADK. ”

Anita disangkakan penggunaan surat jalan palsu berkop Korps Bhayangkara dengan ancaman hukuman maksimal enam tarikh penjara.  

Berita itu masih akan dilengkapi