Google mengancam akan mematikan mesin pencarian mereka di Australia, PM Morison: ‘Kami tak layani ancaman’

11 menit yang lalu

Om google mengancam akan mematikan mesin pencarian mereka di Australia jika pemerintah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) dengan memaksa Google membayar perusahaan media, yang kontennya dipakai oleh Google.

RUU ini akan mewajibkan semua raksasa perusahaan teknologi, seperti Google dan Facebook, merundingkan pembayaran dengan penerbit lokal dan perusahaan penyiaran, dan jika tidak ada kesepakatan di antara kedua bagian, maka arbitrator pemerintah yang memutuskan besaran pembayaran.

Direktur Google Australia, Mel Silva, kepada komite di Senat mengatakan “RUU tentang kode nilai media ini tak bisa diterapkan” dan akan menjadi “preseden kritis, yang akan memaksa pemakai tautan untuk membayar atas tautan dengan mereka terbitkan atau gunakan”.

“Jika cara [RUU ini] menjadi peraturan, maka tidak ada pilihan untuk kami, selain mematikan Google Search di Australia, ” kata Silva.

Namun seorang anggota Kongres, Rex Patrick, menuduh Google “mengancam dan merundung” Australia karena mengajukan RUU tersebut.

Patrick mengatakan RUU sewarna ini akan diadopsi di segenap dunia. “Apakah Anda akan tertinggal dari setiap pasar yang ada? ” kata Patrick.

Menanggapi pernyataan Silva, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan “menjadi kewajiban negaranya buat membuat undang-undang” dan negaranya tak melayani “ancaman”.

PM Morrison menegaskan negeri akan tetap berkomitmen menjadikan RUU ini menjadi undang-undang tahun ini.

Kuli bisnis BBC Katie Silver mengucapkan industri berita di Australia menghadapi masa-masa sulit.

Penerimaan dari iklan redup dan di platform iklan digital, dari setiap A$100 yang dikeluarkan oleh pemasang, A$81 masuk ke Google dan Facebook.

Pandemi Covid-19 juga membuat situasinya menjadi semakin sulit dan kira-kira perusahaan media di Australia telah tutup.

Di sisi lain, kinerja keuangan Google terus meningkat. Pada 2020, Google meraup pendapatan hampir A$4 miliar di Australia, sementara retribusi yang mereka bayar A$45 juta.

Sebelumnya, Google mengatakan setuju mengeluarkan pembayaran bagi perusahaan media di Prancis untuk konten berita yang dipakai perusahaan mesin pencari tersebut.

Kesepakatan itu dicapai setelah dilakukan perundingan selama berbulan-bulan antara Google Prancis dan organisasi yang mewadahi perusahaan jalan di negara tersebut.

Pada 2020, Om google mengatakan mereka untuk pertama kalinya akan mengeluarkan pembayaran ke para penerbit berita, setelah selama kurang tahun menolak.

Kesepakatan awal kesediaan menunaikan perusahaan media dilaporkan telah dicapai di Jerman dan Brasil.

Prancis merupakan negara pertama yang mengadopsi undang-undang hak cipta Uni Eropa, dengan antara lain mengatur pelanggaran sah cipta di platform digital.

Pada pokok tahun lalu, regulator persaingan usaha Prancis memutuskan Google harus menutup perusahaan penerbitan dan kantor informasi atas konten-konten yang dipakai sebab Google.