Joe Biden dan isu-isu kontroversial, dengan jalan apa strateginya menangani pandemi Covid-19 tenggat masalah ras dan imigran?

Ketika Joe Biden resmi mengumumkan bahwa ia bakal ikut serta dalam pemilihan kepala AS 2020, Ia menegaskan kalau ia berpegang pada dua hal: kelompok pekerja yang ‘membangun negeri’ itu dan nilai-nilai yang sanggup menjembatani perbedaan.

Ketika AS sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dibanding pandemi virus corona hingga ketidakadilan rasial, Biden menawarkan untuk membikin kesempatan ekonomi yang baru buat kelompok pekerja, mengembalikan perlindungan lingkungan dan hak layanan kesehatan, mengikuti aliansi internasional.

Berikut adalah delapan rumor utama yang menjadi fokus presiden terpilih.

Virus corona: Program tes Covid dan pelacakan kontak

Penghampiran Biden dalam menangani wabah Covid-19, tantangan di depan mata dan yang paling mendesak bagi AS, adalah menyediakan tes gratis untuk semua warga dan merekrut 100. 000 orang untuk mempersiapkan rencana pelacakan kontak secara nasional.

Biden mengatakan ia ingin membangun setidaknya 10 pusat pengetesan di tiap negara bagian, meminta tiap lembaga federal untuk mengerahkan sumber dayanya, dan memberikan panduan nasional yang lebih tegas dengan meminta dasar para pakar. Biden menyatakan semua gubernur harus mewajibkan penggunaan kedok.

Dalam pidato pertamanya setelah dinyatakan memenangi pemilu pada Minggu (08/11), Biden mengatakan, “Pada hari Senin, saya akan menunjuk sekelompok sarjana dan ahli terkemuka sebagai penasihat transisi untuk membantu mengambil agenda Biden-Harris dalam menangani Covid dan akan menjadikannya sebagai panduan yang akan dimulai pada 20 Januari 2021. ”

Isu ras: Reformasi kehakiman pidana, hibah untuk komunitas minoritas

Menanggapi gerak-gerik unjuk rasa isu rasial di AS tahun ini, Biden membuktikan ia percaya rasisme memang berlaku di negara itu dan harus ditangani melalui program ekonomi serta sosial yang menyeluruh untuk mengangkat kelompok minoritas.

Pilar dari agenda “membangun kembali” yang diajukan Biden adalah menciptakan sokongan usaha bagi kelompok minoritas melalui dana investasi US$30 miliar.

Dalam hal peradilan pidana, Biden telah berubah dari status “keras terhadap kejahatan” yang banyak dikritik pada tahun 1990-an. Kini Biden mengusulkan kebijakan untuk menekan penahanan, mengatasi perbedaan ras, seks, dan pendapatan dalam sistem kehakiman, serta merehabilitasi tahanan yang dibebaskan.

Biden akan mengadakan program menyumbangkan senilai US$20 miliar untuk meluluskan insentif kepada semua negara arah agar berinvestasi dalam upaya pengurangan penahanan, menghapus hukuman minimum tetap, mendekriminalisasi ganja dan menghapus aniaya kasus ganja, serta mengakhiri balasan mati.

Namun, Biden menolak seruan untuk memangkas anggaran kepolisian. Ia mengatakan seharusnya yang dilakukan adalah penganggaran berdasarkan pemenuhan standar kinerja.

Biden tersua bahwa sejumlah dana untuk polisi harus dialihkan ke layanan sosial seperti kesehatan mental, dan dia mengusulkan investasi US$300 juta ke dalam program kepolisian komunitas.

Imigrasi: Batalkan Kebijakan Trump

Dalam 100 hari pertamanya menjabat presiden, Biden berjanji akan mengubah kebijakan-kebijakan Trump yang memisahkan para orangtua dari anak-anak mereka di perbatasan AS dengan Meksiko, membuang batasan jumlah permohonan suaka dan mengakhiri larangan perjalanan dari kurang negara yang penduduknya mayoritas Muslim.

Joe Biden juga berjanji untuk menyimpan orang-orang yang dibawa secara ilegal ke AS saat masih anak-anak dan diizinkan untuk tinggal pada bawah kebijakan era Obama – serta memastikan mereka berhak mendapat bantuan mahasiswa.

Politik Luar Negeri: Membenarkan reputasi Amerika dan menghadapi China

Biden menyatakan bahwa sebagai presiden, dirinya hendak fokus pada topik-topik nasional terlebih dahulu. Meskipun demikian, tidak berguna nilai-nilai Biden tentang kebijakan luar negeri telah bergeser dari multilateralisme dan keterlibatan di panggung dunia, yang berlawanan dengan kebijakan isolasionis Trump.

Biden juga berjanji untuk membenarkan hubungan dengan sekutu-sekutu AS, terutama dengan aliansi NATO, yang berulang kali diancam akan dipangkas dananya oleh Trump.

Mantan wakil presiden itu juga mengatakan China harus dimintai pertanggungjawaban atas praktik-praktik perdagangan yang tidak adil.

Namun alih-alih menetapkan tarif sepihak, Biden mengusulkan perserikatan internasional dengan negara-negara demokrasi lain yang “tidak dapat diabaikan” oleh China. Meskipun tak jelas, barang apa makna pernyataan tersebut.

Perubahan iklim: Berbaur kembali dengan kesepakatan global

Biden membicarakan perubahan iklim sebagai ancaman jelas, dan mengatakan ia akan mengerahkan seluruh dunia untuk bertindak bertambah cepat dalam mengendalikan emisi secara bergabung kembali dengan Kesepakatan Iklim Paris.

Perjanjian tersebut, yang ditarik oleh Donald Trump, membuat AS berkomitmen untuk mengurangi emisi udara rumah kaca hingga 28% di tahun 2025, berdasarkan level tarikh 2005.

Meskipun ia tidak ikut pada Green New Deal – paket kebijaksanaan iklim dan lapangan pekerjaan dengan diajukan oleh sayap kiri partainya – Biden mengusulkan investasi federal senilai US$1, 7 triliun dalam penelitian teknologi hijau, beberapa di antaranya tumpang tindih dengan pendanaan dalam rencana ekonominya, untuk dibelanjakan selama 10 tahun ke ajaran.

Biden juga meanargetkan AS mencapai hampa emisi pada 2050 – janji yang dibuat oleh lebih lantaran 60 negara lain tahun semrawut.

China dan India, dua penghasil emisi karbon terbesar lainnya, belum ikut dalam perjanjian ini. Investasi tersebut sesuai dengan rencana ekonominya untuk menciptakan lapangan kerja pada pembuatan produk “energi hijau”.

Kesehatan: Melanjutkan Obamacare

Biden menyatakan ia ingin melanjutkan skema asuransi kesehatan publik di dalam masa ia menjadi wakil Pemimpin Barack Obama, dan berencana mengasuransikan sekitar 97% orang Amerika.

Biden juga berjanji untuk memberikan opsi bagi semua warga Amerika buat mendaftar dalam opsi asuransi kesehatan tubuh publik yang mirip dengan Medicare, yang memberikan tunjangan medis kepada lansia serta menurunkan usia kelayakan untuk Medicare dari 65 menjelma 60 tahun. Diperkirakan rencana Biden ini akan menelan biaya US$2, 25 triliun selama 10 tahun.

Order dan isu ekonomi: Menaikkan risiko minimum dan investasi pada rencana energi hijau

Untuk mengatasi dampak langsung krisis virus corona, Biden berjanji untuk menggelontorkan “berapa pun dengan diperlukan” untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan meningkatkan pemberian uang tunai langsung kepada sebesar keluarga.

Diantara usulan bantuan ada tambahan US$200 dalam bentuk pembayaran Jaminan Sosial per bulan, mementahkan pemotongan pajak era Trump, & ‘pemutihan’ utang mahasiswa sebesar US$10. 000.

Kebijakan ekonomi Biden yang bertambah luas, bertajuk “Membangun Kembali Lebih Baik” ( Build Back Better ), bertujuan untuk melayani dua kelompok pemilih dengan secara tradisional mendukung Demokrat awut-awutan kaum muda dan pekerja kerah biru.

Ia mendukung kenaikan upah minimum federal menjadi US$15 per tanda – standar yang populer dalam kalangan anak muda. Biden juga merencanakan investasi US$2 triliun pada program energi hijau, dengan dalih bahwa mendorong manufaktur ramah lingkungan dapat membantu pekerja yang melaksanakan sebagian besar pekerjaan tersebut.

Ada juga ikrar untuk mengucurkan dana federal sebesar US$400 miliar untuk membeli barang-barang buatan AS, serta komitmen untuk menegakkan undang-undang ‘Membeli Buatan AS’ dalam proyek baru dalam bidang transportasi.

Biden sebelumnya dikritik karena mendukung Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (Nafta), yang dinilai sejumlah kalangan melepas lapangan pekerjaan ke luar negeri.

Rencana 2020 Biden menyerukan agar pemerintah federal berinvestasi sejumlah US$300 miliar pada bahan-bahan, layanan, riset, dan teknologi buatan AS.

Pelajaran: Pra-sekolah universal, perluasan perguruan tinggi gratis

Biden mendukung sejumlah besar kebijaksanaan pendidikan yang jadi populer di dalam internal partai – pengampunan pinjaman mahasiswa, perluasan perguruan tinggi bebas beban kuliah, dan akses universal level prasekolah. Ini akan dibayar menggunakan dana yang diperoleh kembali sebab penarikan pemotongan pajak era Trump.