Virus corona: Seperti apa kehidupan kita nanti setelah wabah berakhir?

Di tengah pandemi global virus corona, para pakar mengatakan masih diperlukan waktu lama untuk kembali ke kesibukan normal seperti di awal tahun ini .

Seperti apa perjuangan yang harus kita lalui dan apa yang tidak akan berganti?

Dua belas kuli BBC memaparkan pandangan mereka.

1. Kita semakin bergantung pada teknologi

Zoe Kleinman. Wartawan teknologi

Mulai dari Zoom sampai ke WhatsApp group, platfrom digital menjadi satu-satunya cara bekerja bagi kebanyakan orang, selain untuk berolah raga, mendapatkan pendidikan dan menikmati hiburan.

Batasan jarang rumah dan pekerjaan akan semakin kabur.

Namun kita semakin perlu berhati-hati masa memilih medium dan pesan barang apa yang akan disampaikan. Video conference menjelma hal yang umum.

2. Apa kita akan berhenti membeli baju?

Emma Simpson. Wartawan bisnis

Setelah karantina wilayah berakhir, mau segera terjadi lonjakan penjualan sebab toko-toko akan menurunkan harga.

Tetapi ini kemungkinan hanya akan berlangsung sementara periode jika banyak orang mengalami pemutuskan hubungan kerja atau PHK.

Keberlangsungan dunia fashion mau sangat bergantung pada orang-orang dengan memang memiliki sisa uang untuk dibelanjakan.

3. Apakah jam sibuk akan hilang?

Simon Jack. Editor usaha

Berbagai langkah kritis yang terpaksa dilakukan sejumlah kongsi akan membentuk cara berpikir masa depan.

“Apakah kita tetap memerlukan kantor tumbuh di pusat kota, di mana para staf bergantung pada tumpuan perhubungan yang sesak? ”

Kerja di rumah diperkirakan dapat menghilangkan jam-jam sibuk.

Pegawai akan menodong lebih banyak fleksibilitas, fasilitas dan keamanan kerja.

Kongsi akan mulai menyimpan dana langsung agar dapat menghadapi krisis di masa depan.

Persediaan Moneter Internasional (IMF), Organisasi Perniagaan Dunia (WTO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa bakal didesak untuk meningkatkan kegiatannya.

4. Tiket pesawat akan lebih garib

Tom Burridge. Wartawan transportasi

Sebagian maskapai penerbangan kemungkinan tak akan dapat bertahan.

Bisnis dan orang bakal memiliki lebih sedikit uang untuk membeli tiket pesawat.

Pasar penerbangan yang lebih kecil berarti akan menyebabkan terjadinya peningkatan harga tiket. Kursi di periode tengah pesawat direncanakan akan dikosongkan demi keselamatan.

Jumlah orang yang menggunakan gerobak dan kereta bawah diperkirakan mau lebih rendah.

Akan semakin banyak warga yang bersepeda dan mengendarai motor listrik.

5. Belajar online

Branwen Jeffrys. Editor pendidikan

Lebih daripada 90% anak-anak tidak belajar dalam ruang kelas.

Pengajaran di internet semakin meningkat.

Sebagian taruna miskin Inggris akan dipinjamkan laptop oleh kementerian pendidikan. Tetapi pekerjaan keluar jangka panjang untuk menyalahi ini perlu segera ditemukan.

China daratan serta negara-negara lain akan mengurangi jumlah warganya yang berkuliah di Inggris.

Warga Inggris sendiri akan menunda atau menghapuskan pendidikan universitas.

6. Bahan bakar ramah lingkungan?

David Shukman. Editor lingkungan

Karantina wilayah virus corona menyebabkan kita merasakan dunia yang lebih ramah lingkungan.

Jadi apa yang mau terjadi kemudian?

Pertama, dunia akan mengurangi “kegilaan” kepada bahan bakar fosil, setelah genting perbankan. Meskipun pemerintah memandang ini adalah cara untuk membangkitkan ekonomi.

Kemungkinan kedua ialah perbaikan ekonomi yang lebih berkelanjutan, di mana kebijakan yang tersedia lebih mendorong masa depan.

Kita akan menekan penggunaan karbon, meningkatkan energi terbarukan, efisiensi transportasi umum dan gaya rumah tangga.

7. Perubahan besar-besaran olahraga

Natalie Pirks. Wartawan olahraga

Penjarakan sosial bakal menjadi masalah besar yang dihadapi badan pengelola olahraga. Bagaimana penjarakan sosial diterapkan di olahraga dengan sangat intens dengan kontak wujud seperti rugbi misalnya?

Musim pertandingan Liga Primer Inggris sekarang saja sudah terkatung-katung.

Resesi ekonomi sudah pasti akan mempengaruhi bisnis ini semasa bertahun-tahun, misalnya terkait dengan kos transfer, gaji, hak siar serta bonus uang.

Jutaan penggemar tidak akan lagi menonton pertandingan dengan cara yang sebanding.

8. Bioskop dan teater akan bertahan?

Will Gompertz. Editor lembut

Sebagian orang bekerja dunia seni Inggris akan semakin berkembang, selama orang tetap ingin berbagi pengalaman dan menyukai program yang menghibur.

Bioskop, teater, tempat konser, museum dan galeri akan dipenuhi kreativitas pekerja seni.

Namun kelompok yang pesimis khawatir tempat-tempat yang sebelumnya memberikan bakat-bakat gres akan hancur karena pengetatan anggaran.

Saya memperkirakan modifikasi dari masa karantina wilayah ke tempat seni yang ramai tak akan segera terjadi.

Penjarakan sosial kemungkinan gede akan membatasi kegiatan seni. Pengusaha tetap harus mempersiapkan dan membereskan produksinya, tetapi akan terdapat pemisahan jumlah awak film dan TV yang membuat produksi baru.

Saya memperkirakan sektor lembut dan hiburan bukan hanya hendak membuat kita terhibur dan tercurahkan secara intelektual, kegiatan ini tambahan pula juga akan menjadi pelopor kebangunan masyarakat.

9. Apakah kita akan tetap saling membantu?

Mark Easton. Wartawan masalah keluarga

Karantina wilayah dipandang sebagian pihak melahirkan perasaan kekeluargaan antartetangga. Peristiwa ini dipandang tetap akan berlaku setelah lockdown dicabut.

Namun di pihak lain, pembatasan karantina wilayah juga dapat membuat kita memendam ketidakpuasan, yang ketika direalisasinya akan memicu berbagai kemarahan, rasa saling menyalahkan dan balas hati.

Yang terang masalah ekonomi akan membebani hubungan sosial.

10. Kesejahteraan baik tetap harus diperhatikan

Alison Holt. Kuli masalah sosial

Banyak pihak sebelumnya telah memperingatkan terpaut dengan semakin memburuknya krisis ketenteraman sosial di Inggris.

Penduduk yang menua, kekurangan simpanan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, gaji yang rendah, kekurangan staf dan kegagalan reformasi sistem.

Kita dapat memilih untuk mengesahkan, menghargai dan mendanai sistem harmonis, atau kita akan kembali melalaikan pentingnya kesejahteraan sosial.

11. Perniagaan dunia akan selamat

Dharshini David. Kuli perdagangan global

Pra terjadinya krisis Covid-19, perang kulak AS-China telah mengancam kemajuan globalisasi.

Wabah tersebut telah mengungkapkan ketergantungan dunia pada AS, China dan Jerman.

Akan terjadi ajaran ulang terkait dengan produk-produk “strategis” yang menentukan keberlangsungan hidup sebuah bangsa.

Tetapi kunci dari perbaikan keadaan faktual adalah penciptaan lapangan kerja serta penurunan biaya hidup.

12. Wabah tidak mengakhiri ketegangan negeri

Jonathan Marcus. Wartawan pertahanan

Bencana menciptakan prioritas baru, walaupun ketegangan geopolitik tetap ada. Epidemi kembali menunjukkan masalah dunia kudu diselesaikan secara global.

Tetapi pandemi juga menunjukkan bermacam-macam pemerintah memang lebih mementingkan hajat nasional.

Organisasi multinasional memperlihatkan kinerja yang buruk.

Uni Eropa sungguh telah meminta maaf kepada Italia karena kurangnya dukungan yang dikasih. Sementara Trump menyerang WHO sebab dipandang terlalu dekat dengan China.

Akan ada lebih sedikit dana pertahanan buat senjata baru, karena definisi pertahanan dikaji ulang setelah memang benar terdapat banyak kelemahan.

Kemampuan keamanan nasional mau dinilai berdasarkan ketersediaan peralatan kesehatan, kesiapan menghadapi wabah di periode depan dan bencana lingkungan.